Wali Kota Muslim Bidik Periode Kedua di Pilkada London

- Reporter

Rabu, 5 Mei 2021 - 03:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TELISIK – LONDON – Wali Kota London Sadiq Khan berencana membidik periode keduanya dengan mencalonkan diri dalam pemilihan pemimpin Ibu Kota Inggris pekan lalu.

Politikus Muslim dari Partai Buruh itu dianggap menjadi salah satu kandidat terkuat dalam pilkada London saat ini.

“Sepanjang warga London masih percaya pada saya sebagai wali kota mereka, saya akan tetap berupaya ada untuk pekerjaan ini,” kata Khan kepada AFP.

Khan menuturkan prioritasnya untuk masa jabatan kedua adalah tetap bekerja keras. Ia ingin mempertahankan Kota London sebagai kota kelas atas dunia sambil mengatasi dampak Brexit.

Khan merupakan wali kota London ketiga yang digadang-gadang bisa menjadi kandidat PM Inggris.

Ia memang memprediksi Inggris akan memiliki PM Muslim pertama “dalam waktu yang tidak terlalu lama”. Namun, Khan menegaskan PM tersebut bukanlah dirinya.

Baca Juga :  PM Australia soal Peluang Bui Warga dari India: Nyaris Nol

Sebelum berkarier di politik, pria 50 tahun itu merupakan advokat hak asasi manusia.

Selama ini, Khan terkenal sangat vokal mengkritik keputusan Inggris keluar dari Uni Eropa atau Brexit. Ia juga terkenal vokal mengkritik pemerintahan Perdana Menteri Boris Johnson dan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang kontroversial.

Khan bahkan pernah mengizinkan balon udara berbentuk bayi dan kepala Trump mengudara di langit London saat kunjungan sang presiden ke Inggris pada 2018. Balon itu diterbangkan para pedemo yang memprotes kedatangan Trump.

Saat itu, Trump banyak diprotes lantaran kebijakan kontroversialnya terutama terkait imigran dan Muslim.

“Dia (Trump) pernah menyebut saya pecundang batu. Hanya satu dari kami yang pecundang dan itu bukan saya,” kata Khan.

Khan merupakan keturunan Pakistan. Ia lahir di London pada 1970. Anak kelima dari tujuh bersaudara itu dibesarkan di perumahan umum Tooting, daerah permukiman campuran etnis di selatan London.

Baca Juga :  India Ucapkan Terima Kasih atas Kiriman 200 Tabung Oksigen RI

Latar belakangnya yang sederhana membuat Khan cukup populer bagi warga London.

Khan bergabung dengan Partai Buruh pada usia 15 tahun. Saat itu, Inggris tengah dipimpin perdana menteri Konservatif Margaret Thatcher.

Khan menjadi anggota dewan lokal untuk Tooting di wilayah Wandsworth pada 1994. Ia kemudian jadi anggota parlemen dari Partai Buruh pada 2005.

Khan ditunjuk sebagai menteri komunitas Inggris pada 2008 oleh PM Gordon Brown. Dia menjadi menteri perdana yang pernah menghadiri rapat kabinet Inggris saat menjabat sebagai menteri transportasi di tahun yang sama.

Meski Muslim, Khan memiliki pandangan yang moderat. Ia mendukung pernikahan sesama jenis hingga membuatnya menerima ancaman pembunuhan. (rep)

Berita Terkait

Trump Kenakan Tarif Impor, Perang Dagang Dimulai
Ini Daftar Negara-Negara yang Siap Tangkap Netanyahu
Prabowo Bertemu PM Luxon di KTT APEC, Bahas Perdagangan hingga Inovasi
24 Orang Tewas Akibat Bom Bunuh Diri di Pakistan
Irlandia Siap Gugat Israel dalam Kasus Genosida
Presiden Prabowo Beri Ucapan Selamat kepada Trump
Taiwan Laporkan 35 Pesawat Militer China Terbang di Wilayahnya Jelang Pemilu AS
RI Siap Tanggapi Insiden di Laut Natuna dengan China
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 2 Februari 2025 - 10:45 WIB

Trump Kenakan Tarif Impor, Perang Dagang Dimulai

Jumat, 22 November 2024 - 19:32 WIB

Ini Daftar Negara-Negara yang Siap Tangkap Netanyahu

Sabtu, 16 November 2024 - 13:56 WIB

Prabowo Bertemu PM Luxon di KTT APEC, Bahas Perdagangan hingga Inovasi

Sabtu, 9 November 2024 - 22:56 WIB

24 Orang Tewas Akibat Bom Bunuh Diri di Pakistan

Jumat, 8 November 2024 - 15:08 WIB

Irlandia Siap Gugat Israel dalam Kasus Genosida

Berita Terbaru