• Sumut
  • Peran Digitasi dan Mitigasi Dalam Perencanaan Wilayah dan Kota

Peran Digitasi dan Mitigasi Dalam Perencanaan Wilayah dan Kota

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on google

TELISIK | MEDAN – Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota (MPWK) Universitas Panca Budi (UNPAB) melangsungkan kegiatan webinar yang membahas tentang Peran Digitasi dan Mitigasi Dalam Perencanaan Wilayah dan Kota. Kegiatan itu dilangsungkan secara daring via Zoom Meeting dan disiarkan langsung oleh UNPAB TV, Sabtu (11/9) siang.

Acara tersebut dipandu oleh Ir Bhakti Alamsyah MT PhD selaku Kaprodi MPWK
UNPAB. Kegiatan diisi oleh dua narasumber yang berasal dari perwakilan Pemerintah Kota dan praktisi. Kegiatan membahas materi dari sudut pandang pemerintah dan praktisi.


Yosi sukmono ST selaku Sekretaris Bappeda Provinsi Sumatera Utara sebagai salah satu narasumber
membahas tentang kebijakan penataan ruang dan pembangunan wilayah provinsi.

Baca Juga  PPKM Darurat, Poldasu Distribusikan 5.000 Paket Bansos Untuk Warga

Dari informasi yang dipaparkan beliau, informasi geospasial merupakan bagian dari Perda RTRW Provinsi Sumatera Utara yang berfungsi sebagai model yang menjelaskan secara spasial.

“Geospasial menggabungkan peta spasial dan spasial analisis. Kendala tidak updatenya geospasial wilayah disebabkan tidak adanya operator yang mampu mengawasi. Mitigasi terkait efek rumah kaca dan perubahan iklim pada lokasi yang rawan harus diberi perhatian khusus terhadap strategi dan kebijakan yang menjadi tantangan bagi para perencana dan dengan teknologi saat ini seharusnya bisa dibantu dengan adanya digitasi,” tutur beliau.

Salah satu praktisi digitasi dan mitigasi bencana yang menjadi narasumber selanjutnya adalah Dr
Kuswandi ST MT. Menurut beliau, letak Indonesia di lintasan jalur arus dunia antara arus panas di Samudera Pasifik dan arus dingin di Samudera Hindia menjadi pengaruh aktivitas gerakan alam yang menyebabkan Indonesia memiliki potensi bencana dengan intensitas kejadian besar. Penataan ruang wilayah harus mengacu kepada situasi dan kondisi alam.

Baca Juga  Pangdam I/BB Apresiasi Pemberian Dana Kompensasi Alih KJA di Danau Toba

Namun minimnya database atau rekaman data perencanaan wilayah menyebabkan penataan ruang saat ini tidak optimal sehingga wilayah/kota di Indonesia dapat dikatakan tidak siap menghadapi bencana.

Perencanaan wilayah/kota di Indonesia harus mempertimbangkan geografis wilayah Indonesia yang berada di zona Rawan Bencana. Digitasi sangat dibutuhkan dalam perencanaan wilayah/kota khususnya data series yang berkaitan dengan rancangan wilayah/kota sebelumnya.

Digitasi sangat membantu perencana dala memahami karakteristik alamiah wilayah/kot sebagai bagian dari mitigasi bencana di masa mendatang. Pengembangan wilayah/kota sangat dibutuhkan saat ini dan masa mendatang namun tetap mempertimbangkan mitigasi terhadap kebencanaan.

Baca Juga  Kebut Pembentukan UKK di Mandailing Natal, Kepala Kantor Imigrasi Sibolga Sambangi Wakil Bupati

Perencanaan wilayah/kota di Indonesia dapat dimulai dengan membangun database sebagai dasar dalam merencanakan perencanaan wilayah/kota. Perencanaan dan pengembangan wilayah/kota akan dapat berjalan dengan baik melalui Kerjasama antara pemerintah kota dengan pakar, praktisi, dan ahli perencana wilayah/kota.

MPWK bersedia mendukung Pemerintah Kota Medan dalam memberikan kajian-kajian terkait perencanaan dan pengembangan wilayah/kota serta turut berperan aktif dalam menghasilkan lulusan perencana wilayah/kota yang ahli dan bersertifikasi. (Ril/Redyanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

BeritaTerkait

POPULER

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on google

Alamat Redaksi :

The Stabat Pavilion – Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Perdamaian, Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat, Suamtera Utara – 20815
Telp: 0811-6583-303

©Telisik.net | Situs Berita Online | PT Metro Langkat Binjai

error: Dilarang Copy Paste !!