Kapolres Langkat Bantah Perkelahian Berujung Kematian di Paya Mabar

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on google

TELISIK | STABAT – Kapolres Langkat AKBP Danu Pamungkas Totok SH SIK membantah pemberitaan tentang perkelahian yang berujung kematian, di salah satu media online. Hal itu disampaikannya saat menggelar konferensi pers di Aula Wirasatya Mapolres Langkat, Minggu (6/2) sore.

Perwira menengah itu menyampaikan, setelah Unit Pidum Sat Reskrim Polres Langkat melakukan penyelidikan, peristiwa seperti yang diberitakan tersebut tidak dapat dibuktikan. “Hasil penyelidikan, peristiwa tersebut tidak berada di wilayah hukum Polres Langkat,” tegas Danu.

Lebih khusus, kata alumni Akpol 2003 itu, pihaknya sudah melakukan penyelidikan ke pabrik kelapa sawit (PKS) milik ES seperti yang diberitakan tersebut. Hasilnya, tidak pernah ada terjadi perkelahian yang berujung pada kematian di PKS tersebut.

Baca Juga  Tuntut Janji, Puluhan Perwakilan Warga Kutambaru dan Bahorok ‘Main’ ke DPRD Langkat

Lulusan Universitas Bhayangkara Jakarta itu menambahkan, video terkait perkelahaian itu pertama kali diterima oleh SG dan Wul dari temannya berinisial DS.  Video itu diterima DS, warga Lubuk Pakam, Deliserdang itu dari sebuah grup whatsapp.

“Dari keterangan DS, dia mendapatkan video itu dari grup whatsapp ‘Solid Korwil Sumut’. Grup itu terdiri dari perkumpulam sopir truk di wilayah Sumatera, mulai dari Lampung hingga Aceh. Hasil dari penyelidikan, kejadian itu bukan di wilayah hukum Polres Langkat,” tandas mantan Danyon Tar TK3 Mentarsis Ditbintarlat Akpol Lemdiklat Polri itu.

Baca Juga  Ngaku Bisa Masukkan Honorer, Sekjen F SPTI - K SPSI Langkat Diciduk Polisi

Pada kesempatan yang sama, SG memberikan kesaksian, bahwa kejadian seperti pemberitaan salah satu media online tersebut tidak terjadi di PKS tempatnya bekerja. “Video yang saya dapat dari rekan saya DS, tidak terjadi di PKS Tapos ataupun di wilayah hukum Polres Langkat,” pungkas SG dengan tegas.

Diberitakan di media online, hanya karena diduga nomor antrian memasukkan buah kelapa sawit, dua orang tewas bersimbah darah dengan masing-masing luka menganga di bagian kepala. Sementara ada seorang lainnya mengalami luka di bagian pergelangan tangan kirinya.

Baca Juga  Tidak Ada Kesepakatan, Perkara Putri Bupati Labusel Dipastikan Berlanjut

Keributan berdarah yang menyebabkan kehilangan nyawa tersebut, menurut informasi, terjadi di salah satu pabrik brondolan kelapa sawit di Desa Paya Mabar, Kecamatan Stabat, Langkat, Minggu (30/1/2022) kemarin. (ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

BeritaTerkait

POPULER

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on google

Alamat Redaksi :

The Stabat Pavilion – Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Perdamaian, Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat, Suamtera Utara – 20815
Telp: 0811-6583-303

©Telisik.net | Situs Berita Online | PT Metro Langkat Binjai

error: Dilarang Copy Paste !!