• Dunia
  • Komandan Militer Hamas Tewas dalam Serangan Udara Israel

Komandan Militer Hamas Tewas dalam Serangan Udara Israel

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on google

TELISIK | ISRAEL – Sejumlah petinggi Hamas, termasuk komandan militer mereka di Jalur Gaza, tewas akibat serangan udara Israel pada Rabu (12/5).

Melalui pernyataan yang dikutip AFP, Hamas mengonfirmasi bahwa pemimpin militer mereka di Jalur Gaza, Bassem Issa, tewas di medan perang.

Selain itu, badan keamanan internal Israel, Shin Bet, juga melaporkan bahwa serangan udara negara mereka menewaskan empat petinggi Hamas lainnya, termasuk Jumaa Tahle.

Tahle merupakan kepala komando siber Hamas yang juga bertanggung jawab atas peningkatan akurasi tembakan roket.

Baca Juga  Warga Geram PM Jepang Lebih Urus Olimpiade daripada Covid-19

Selain itu, kepala riset Hamas, Jamal Zibde, dan kepala teknik produksi mereka, Hazem Hatib, juga tewas akibat serangan udara Israel.

Sementara itu, tentara Israel juga melaporkan bahwa seorang personel mereka, Omer Tabib, tewas akibat tembakan rudal anti-tank yang ditembakkan dari Jalur Gaza pada Rabu.

Hamas memang terus menembakkan roket ke arah Israel. Sejak Senin lalu, Hamas dan sejumlah kelompok lainnya di Jalur Gaza dilaporkan sudah menembakkan 1.000 roket ke beberapa titik di Israel.

Mereka mengklaim roket-roket itu merupakan bagian dari upaya balas dendam atas serangan udara Israel yang menghancurkan sejumlah bangunan di Jalur Gaza.https://www.cnnindonesia.com/embed/video/642012?smartautoplay=false&mute=true

Baca Juga  Hamas Klaim Tembak Roket 250 Kg ke Bandara Israel

Suasana di kawasan tersebut sudah tegang sejak awal Ramadan karena Israel dilaporkan menutup akses Masjid Al-Aqsa.

Ketegangan kian tinggi pada Jumat pekan lalu karena kemungkinan pengusiran warga Palestina dari rumah mereka di tanah yang diklaim oleh pemukim Israel.

Situasi main panas awal pekan ini, ketika warga Israel ingin memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa untuk memperingati pencaplokan wilayah Yerusalem dalam Perang Enam Hari pada 1967 silam. Pencaplokan itu tidak diakui oleh komunitas internasional.

Ratusan warga Palestina lantas menyambangi Masjid Al-Aqsa dan dilaporkan melempari batu ke arah petugas keamanan. Bentrokan antara warga Palestina dan aparat Israel pun tak terbendung.

Baca Juga  Pemerintah Arab Saudi Larang Tarawih Berjamaah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Sejak saat itu, Israel dan Palestina saling serang. Faksi Palestina, Hamas, melontarkan ratusan roket, sementara Israel melancarkan serangan udara ke Jalur Gaza.(red/CNN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

BeritaTerkait

POPULER

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on google

Alamat Redaksi :

The Stabat Pavilion – Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Perdamaian, Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat, Suamtera Utara – 20815
Telp: 0811-6583-303

©Telisik.net | Situs Berita Online | PT Metro Langkat Binjai

error: Dilarang Copy Paste !!