• Dunia
  • ‘Covid-19 China Die’, Warga China Jadi Sasaran Rasis di Melbourne

‘Covid-19 China Die’, Warga China Jadi Sasaran Rasis di Melbourne

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on google

TELISIK – MELBOURNE – Sebuah keluarga asal China yang sudah jadi warga Australia menjadi sasaran serangan rasis terkait dengan COVID-19 selama dua malam berturut-turut di Melbourne.

Insiden tersebut terjadi hari Senin dan Selasa pagi di Knoxfield. Salah seorang penghuni rumah mengatakan takut ‘orang-orang ini akan menyerang lagi.’

Ini merupakan serangkaian serangan rasis yang terjadi beberapa hari teakhir di Victoria. Rumah mereka di kawasan Knoxfield dilempari batu dan garasinya dicoret-coret dengan tulisan soal virus corona.

“COVID-19, China die” demikian tulisan di pintu garasi rumah keluarga tersebut, hari Senin (20/4/2020) pagi.

Dan hari Selasa pagi sekitar pukul 2:30 dinihari, seseorang melempar kaca jendela rumahnya dengan batu ukuran besar.

Baca Juga  Ohio Gelar Undian Vaksin Berhadiah Rp14,3 Miliar

Warga bernama Jackson yang meminta nama keluarganya tidak disebutkan tersebut mengaku sudah melaporkan kejadian dua malam berturut-turut kepada polisi.

Sebuah kelompok masyarakat China-Australia yang aktif secara online, SOS-AUS, sudah memperingkatkan kepada para anggotanya di Victoria atas kejadian tersebut. Mereka juga menyerukan agar warga tetap waspada.

Pejabat sementara Menteri Imigrasi Australia Alan Tudge dalam komentarnya di Twitter mengecam tindakan rasis dan kriminal tersebut.

“Ini sangat menjijikkan. Pelakunya adalah pengecut dan mudah-mudahan bisa ditangkap,” katanya.

“Tidak ada satu keluarga pun yang harus mengalami hal seperti ini. Rasisme adalah hal yang tidak bisa diterima dalam masyarakat multikultural seperti kita,” katanya.

Baca Juga  Setelah 30 Tahun, Akhirnya Trofi Juara Kembali ke Liverpool

Apa yang terjadi di Knoxfield, sekitar 35 km dari pusat kota Melbourne tersebut merupakan serangkaian kejadian bermotifkan rasisme yng terjadi di negara bagian Victoria di masa pandemik COVID-19.

Akhir pekan lalu, seorang dokter keturunan China yang tinggal di Geelong, sekitar 60 km dari Melbourne mendapat cacian rasis, ketika dia sedang menunggu antrian di sebuah restoran untuk membeli makanan.

Minggu lalu, dua mahasiswi internasional asal Asia diserang dua perempuan di pusat kota Melbourne.

Salah satu pelakunya sudah berhasil diidentifikasi oleh polisi dan sekarang dibebaskan dengan jaminan.

Baca Juga  Microsoft Fokus Pelayanan dan Penjualan Digital

PM Morrison mengatakan warga China Australia menjadi ‘pertahanan terbesar’ bagi warga Australia lainnya di saat-saat awal pandemik.

“Mereka adalah yang paling pertama melakukan isolasi sendiri, mereka adalah yang pertama kembali setelah mengunjungi keluarga mereka di China.”

“Karena perhatian, komitmen, kesabaran mereka, Australia terlindungi dalam gelombang pertama,” katanya.

“Jadi saya sangat mengecam tindakan seperti ini terhadap siapa saja warga Australia, tidak masalah latar-belakang etnis atau agama mereka,” ujarnya. (rep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

BeritaTerkait

POPULER

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on google

Alamat Redaksi :

The Stabat Pavilion – Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Perdamaian, Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat, Suamtera Utara – 20815
Telp: 0811-6583-303

┬ęTelisik.net | Situs Berita Online | PT Metro Langkat Binjai

error: Dilarang Copy Paste !!